Membaca Filsafat Pendidikan Islam dalam Film Habis Gelap Terbitlah Terang (Raden Ajeng Kartini)
Synopsis
Film ini menceritakan tentang kisah perjalan hidup R.A Kartini dan menjadi bukti betapa besarnya keinginan ia menaikkan derajat perempuan-perempuan Indonesia dan mempunyai cita-cita tinggi dan mulia, yang ia rintis dan tulis didalam buku yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Berawal dan berkisah pada saat itu, Kartini seorang yang religius dan genius sangatlah risih dengan keadaan wanita Indonesia pada saat itu. Dimana wanita-wanita Nusantara Indonesia pada saat itu tidak boleh melanjutkan pendidikan mereka setara/sebanding dengan tingginya pendidikan bagi laki-laki, ini menjadi persoalan yang membuat Kartini sangatlah antusias ingin merubah nasib para wanita Indonesia. Tidak hanya itu, wanita-wanita yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya nantinya hanya akan berakhir pada pernikahan yang membuat wanita pada saat ini harus tumbuh dan berkembang di dapur, melayani suami dan anak dan dilarang berpendidikan tinggi. Kemudian dengan tekad bulat dan kemuliaan hati, Kartini ingin menciptakan sesuatu yang bertolak belakang dengan nasib wanita Indonesia pada saat itu yaitu dengan melanjutkan dan mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Kartini merasa bahwa tidak ada batasan untuk menuntut ilmu dan wanita Indonesia punya hak untuk mendapatkan hak mereka dalam pendidikan tidak hanya patuh terhadap perkataan orang tua yang selalu menyuruh anaknya untuk selalu menikah dan mengurus suami. Maka, terlahir dari pergerakan yang diciptakan Kartini, terbitlah dan diabadikanlah sebuah novel dan film Habis Gelap Terbitlah Terang, di mana secara keseluruhan film ini mengisahkan perihal surat-surat Kartini yang dikumpulkan oleh Abendanon dan Jacques Henrij yang tak lain adalah isi-isi surat.
